Popular Posts
DOWNLOAD SOFTWARE
- Anti Virus SMADAV Terbaru
- Administrasi sekolah Free
- Adobe Acrobat Reader 8.0
- Adobe Photoshop CS3 + Crack
- Adobe Photoshop CS5
- Adobe Premiere Pro CS3
- adobe Premiere Pro CS3 key
- Adobe Reader 10.1
- Aksara Jawa
- Anatomi Tubuh Manusia
- Animals for Kids 2.1
- Aplikasi PSB
- Audacity
- Bel Sekolah Otomatis
- Belajar Kerangka Manusia
- Belajar Linux
- Belajar refleksi Lewat Komputer
- Belajar Tata surya
- Bermain Piano di Komputer
- Bootable USB For Windows OS
- Camtasia Studio v7.0.0 (2010)
- Convert Center 1.1
- Corel Draw X5 + keygen
- E-Learning Software
- Easy Recovery Professional
- Edit Plus 3
- File Anti Copy 5.0
- Firefox 6.0 Free
- Folder Protect 1.8.9
- get databack
- Google Crome
- google eart
- Google Translate desktop
- Holy Qur'an software 1.0
- IDM 6.04.02+Patch+Upd 2011
- kalender hal 1
- kalender hal 2
- kalender hal 3
- kalender hal 4
- Kalkulator Ilmiah
- Kalkulator Kimia
- Kamus Bhs Jepang
- Kamus Ind-Ing
- Kamus Jawa Indonesia
- MartView (E-Book)
- Membuat Game Online
- Membuat Kuis
- Membuat Rangkaian Listrik
- Mengetik 10 Jari
- Menghitung Besar Resistor
- Menghitung Satuan
- Ms Office 2010 Full
- Ms Visio Premium 2010
- NUPTK WEB BROWSER 176.15
- Packet Tracer 5 full with tutorial
- Pelajaran Biologi
- Pengingat Waktu Sholat
- Photo Scape V3.4
- Power DVD 8 + crack + update
- Simulasi Belajar Fisika
- Simulasi Install Win XP
- Simulasi Kereta Api
- Transtool v6 + Crack
- Tulisan Berbicara
- Winamp Pro v5.572 Full
- Windows 7 keygen
- Winrar 4.01 + Keygen
- WinZip Pro v15 full
Kategori
- bahan ajar tkj (1)
- bank soal tkj (3)
- blog (4)
- duties (1)
- guru (3)
- hardware (22)
- internet (11)
- jaringan (34)
- komputer (2)
- linux (1)
- packet tracer (1)
- pendidikan (14)
- Pesanq (2)
- serba serbi (2)
- siswa (5)
- software (1)
- tips (7)
- windows (1)
komunitas
WiMAX
Kategori jaringan
Konsep Jaringan Komputer
Sekilas Konsep Jaringan Komputer.
Outline Presentasi: Definisi jaringan komputer, manfaat jaringan komputer (untuk perusahaan / organisasi, umum, dll), macam2 (jenis-jenis) jaringan komputer (berdasarkan teknologi transmisi, berdasarkan jarak), karakteristik Local Area Network (LAN), karakteristik Metropolitan Area Network (MAN), Wide Area Network (WAN), ilustrasi topologi bus dan ring, ilustrasi hubungan antara host dengan subnet, contoh topologi subnet untuk poit to point, sistem kabel jaringan, contoh jenis kabel jaringan (kabel UTP, STP, kabel coaxial, kabel serat optik), spesifikasi, jenis kabel jaringan dan panjang maximum, dan sekilas tentang jaringan tanpa kabel (nirkabel).
Silahkan tampilkan presentasi materi jaringan komputer ini dengan meng- klik gambar / image berikut dimanapun dan tunggu sampai semua slide presentasi (21 slide) terbuka…!!!
Silahkan download dengan gratis file presentasi konsep jaringan komputer ini, DI SINI (file dalam format swf / flash).
Kategori jaringan
Belajar - Animasi dan Simulasi Jaringan Komputer: Pemasangan Kabel Jaringan Komputer, LAN, WAN, Server, Client, Router, DSL Modem, Internet, Network HUB, Wireless Access Point, Simulasi Pemasangan Kabel Printer. Hub, Gateway, Client Computer.
NB: Bila link video diatas tidak aktif, silahkan klik disini
Kategori jaringan
CEK IP ADDRESS Via IP-ADRESS.COM
Saat anda melakukan koneksi ke internet maka ISP (Internet Service Provider) yang anda pakai akan memberi tanda IP Address (ip publik) secara otomatis.IP address tersebut berbeda dengan ip address untuk jaringan lokal anda.
Untuk mengecek IP Address yang diberikan oleh ISP saat anda melakukan koneksi ke internet,anda bisa mengunjungi situs http://ip-address.com
Saat anda membuka situs tersebut maka secara otomatis akan di tampilkan ip address,negara,kota ISP dan nama ISP yang anda gunakan.
Semoga bermanfaat.
Mengenal Kabel UTP (Unshielded Twisted Pair)
Bagi yang pengen belajar tentang jaringan terutama ingin mendapatkan panduan tentang Kabel UTP, silakan baca tulisan berikut ini. Saya berusaha menyajikan tulisan ini dengan bahasa saya sendiri agar lebih bisa dipahami daripada teks berbahasa Inggeris yang bagi sebagian orang justru membingungkan. Paling tidak tulisan ini bisa dijadikan panduan jarak jauh seorang teman saya yang membutuhkan informasi tentang kabel jaringan. Betul?Sebelumnya saya perlu sampaikan sekali lagi bahwa catatan ini bersifat umum dan ditujukan untuk memberikan petunjuk sederhana yang lebih mudah dipahami tentang teknologi kabel jaringan atau yang sering disebut kabel UTP(Unshielded Twisted Pair). Ulasan ini tidak bersifat mutlak dan tidak dimaksudkan untuk menggantikan panduan teknis, modul pelatihan atau bahan kuliah. Jika Anda merasa tidak familiar dan nyaman dengan istilah, konversi bahasa dan apapun yang saya pakai di sini silakan konsultasikan dengan praktisi atau profesional yang Anda kenal dan Anda anggap lebih mumpuni.
Baik, mari kita mulai
Jenis Kabel UTP

Ada berbagai jenis standar kabel UTP yang digunakan secara luas untuk audio dan komunikasi data. UTP dikelompokkan dengan istilah “Category” dan oleh karena itu nama tipe UTP diawali dengan CAT (diambil dari kata “Category“). Semakin tinggi kategori, semakin rapat lilitan ke-delapan pasang kabel yang ada dalam isolator kabel UTP. Semakin rapat lilitan kabel ini, berarti semakin tinggi bandwidth efektif dan kapasitas output yang dapat dicapai. Semakin tinggi Kategori juga berarti semakin jauh pula jangkauan sinyal yang bisa disalurkan oleh kabel serta semakin kecil resiko hilangnya sinyal.
Jaringan kabel data, baik analog maupun digital, dapat dianalogikan persis seperti jalur pipa PDAM sebagai jaringan penyalur air. Logikanya semakin besar volume air yang akan disalurkan, semakin besar pipa yang harus disediakan. Karena kita semua paham bahwa secara teori, pipa besar dapat menyalurkan volume air yang besar pula.
Namun ada satu lagi pemahaman penting yang menarik untuk dicermati. Dalam jaringan data, jika ada satu titik saja dalam sirkuit atau network karena suatu hal menjadi lambat, maka biasanya keseluruhan sirkuit atau network tersebut akan terpengaruh. Dalam contoh analogi saluran air, jika Anda memiliki pipa berukuran 4″ yang menyalurkan air dari satu titik ke titik lain, air akan mengalir dengan stabil dalam jarak yang jauh.
Namun jika air mengalir beberapa meter melalui pipa berukuran 4″, kemudian ada bagian kecil yang dipersempit menjadi berukuran 1″ maka otomatis output air yang diterima oleh ujung yang lain dari pipa hanyalah sebesar volume air yang dapat melewati pipa 1″, bahkan setelah selanjutnya diperbesar kembali menjadi 4″. Dengan juga halnya dalam jaringan. Jika Anda memiliki jaringan yang dirancang untuk mentransfer data dengan kecepatan 100Mbps namun Anda melakukan kesalahan kecil dengan memilih kabel yang tidak tepat, memotong kabel dengan keliru, atau membuat konektor dengan kualitas rendah maka keseluruhan jaringan akan menjadi lambat. Penurunan kecepatan ini terkunci pada kecepatan titik terendah dari keseluruhan koneksi jaringan. Dalam dunia hardware kondisi ini sering disebut sebagai bottle-neck.
Trus bagaimana cara memilih kabel yang tepat? Silakan cermati kategori Kabel UTP yang banyak beredar berikut ini:
CAT3
Kabel kategori 3 adalah kabel standar yang digunakan dalam industri telekomunikasi. Selama beberapa tahun belakangan tipe kabel ini masih digunakan secara luas di seluruh industri telekomunikasi. Kabel tipe ini bisa membawa data dengan kecepatan lebih dari 10Mbps. Untuk kepentingan transfer data dalam sirkuit audio atau transfer data kecepatan rendah biasanya cukup digunakan tipe kabel CAT3.
Kategori kabel ini banyak diminati karena relatif murah dan tersedia dalam berbagai pilihan dari segi jumlah isi inti kabel dalam 1 unit kabel UTP. Ada beberapa pilihan kabel yang dapat dipilih sesuai kebutuhan. Ada yang berisi 2-pasang, 4-pasang, 6-pasang, 16-pasang, 25-pasang bahkan lebih. Konduktor dalam kabel ini terdiri dari beberapa kawat yang dililit berpasangan dengan isolator kabel yang dilengkapi dengan kode warna. Kode warna dari pasangan kabel yang ada pada CAT3 dimulai dengan “putih/biru” sebagai pasangan pertama
dan dilanjutkan dengan urutan kode warna grafik sesuai jumlah pasangan kabel.
CAT5
Kabel kategori 5 dipilih menjadi standar kabel UTP semenjak pertama kali kabel UTP populer dan digunakan untuk aplikasi komunikasi jaringan/data. Kabel CAT5 biasanya terdiri dari empat pasang kabel. Kabel ini diperuntukkan bagi aplikasi data hingga 100MHz. Tapi, meski kabel data UTP umumnya dinamakan “kabel CAT5″, Jangan keliru antara CAT5 dengan CAT5E. Kabel CAT5 sangat identik dengan kabel CAT5E kecuali bahwa kabel CAT5E memiliki standar keseragaman dan kerapatan lilitan pasangan kabel yang lebih tinggi.
CAT5E
Kabel Kategori 5E adalah standar industri baru untuk instalasi kabel data UTP. Kabel ini biasanya juga terdiri dari empat pasang kabel. Rating bandwidth kabel CAT5E adalah 100Mbps, namun bandwith maksimalnya bisa mencapai 1000Mbps jika diinstall dengan standar kualitas yang ketat. Saat ini CAT5E adalah standar baru untuk semua konstruksi kabel UTP. Oleh karenanya saat ini kabel CAT5E sudah tersedia secara luas dengan kualitas yang lebih tinggi daripada CAT5 dengan harga dasar yang hampir sama seperti CAT5. Bahkan beberapa perusahaan sudah menghentikan penggunaan kabel CAT5 dalam instalasi jaringan mereka.
CAT6
Kabel kategori 6 adalah standar kabel UTP dengan sertifikasi resmi paling tinggi. Kabel ini identik dengan CAT5E namun telah memenuhi standar yang lebih ketat bukan hanya soal kerapatan lilitan tiap pasang kabel namun juga termasuk tingkat penyaluran data, isolator kabel dan pelindung tiap pasang kabel. Dengan lilitan semakin rapat, ditambah semakin baik isolator dan pemisahan tiap pasang kabel maka semakin rendah noise atau berkurangnya sinyal sehingga CAT6 mampu menyalurkan data dengan bandwidth tertinggi di kelasnya. Kabel CAT6 biasanya juga terdiri dari empat pasang kabel tembaga. Jika Anda melakukan instalasi jaringan 1000Mbps atau Gigabit LAN, tak ada pilihan lain, kabel UTP tipe inilah yang harus digunakan.
Plenum Rated CablePlenum rating adalah nilai yang diberikan pada kabel dengan lapisan khusus yang jika terbakar akan menghasilkan bahan berbahaya di udara lebih sedikit. Hal ini dimaksudkan pada kondisi buruk saat terjadi kebakaran. Tipe kabel ini biasanya lebih mahal daripada kabel standar “riser”. Oleh karena itu, sebelum memulai instalasi kabel, ada baiknya Anda memeriksa kondisi bangunan untuk menentukan apakah kabel Plenum Rated Cable harus digunakan. Gambar di samping ini merupakan salah satu contoh kabel dengan Plenum Rating.
Koneksi Kabel Cross
Kabel Kategori 3 dengan pasangan tunggal dan 2 pasang kabel tanpa pelindung sudah sangat murah dan dijual dalam berbagai pilihan warna yang variatif.
Kabel ini merupakan standar industri yang dapat digunakan untuk “lintas koneksi” dari satu blok ke blok lain. Kabel tipe ini aman digunakan untuk menghubungkan jalur telekomunikasi antar sirkuit tetapi tidak baik digunakan untuk aplikasi data kecepatan tinggi.
Nah, sudah tahu kan beda Antar Tipe Kabel UTP? Sekarang Anda tinggal pilih tipe kabel mana yang sesuai dengan koneksi jaringan Anda. Pilih tipe kabel dengan bijak dan jangan hanya terpesona dengan iming-iming harga murah. Hasil kerja keras Anda ditentukan sejak saat Anda memilih kabel yang tepat bagi jaringan Anda. Jika sudah Anda putuskan, Anda bisa memulai membuat koneksi Kabel Straight maupun Kabel Cross sesuai kebutuhan Anda.
Kategori jaringan
Tips Maintenance Kabel Jaringan: Yang Boleh dan Tidak Boleh Dilakukan
Berikut ini adalah ulasan singkat tentang standar umum penggunaan kabel jaringan agar berfungsi optimal dan sistem yang Anda bangun bisa berjalan seperti yang diharapkan. Ada beberapa hal mendasar yang perlu dicermati saat melakukan instalasi kabel UTP. Daftar ini tidak disusun dalam urutan tertentu dan tidak disusun berdasarkan urutan pentingnya.Sebelum memulai instalasi kabel UTP, identifikasikan dulu standar kabel yang diperlukan. Pilih salah satu tipe ,T-568A atau T-568B. Kedua tipe kabel ini memiliki karakteristik yang hampir sama namun berbeda susunan pin dan penggunaannya. Jika Anda merasa perlu silakan simak juga ulasan lengkap tentang kabel UTP di sini.
- Jika Anda bermaksud menambahkan koneksi pada jaringan yang sudah ada, pertama kali identifikasi standar apa yang telah digunakan dan ikuti standar tersebut.
- Selalu bekerja dengan cermat dengan mengikuti standar kerja dan keselamatan.
- Jangan campur tipe kabel T-568A dan T-568B dalam proyek atau jaringan yang sama.
- Jangan menekuk, menghimpit atau menggulung kabel UTP dengan paksa.
- Ikuti aturan spesifikasi radius minimal penggulungan kabel dari produsen.
- Selalu rawat kabel dan konektor dengan baik.
- Selalu gunakan perangkat yang tepat dan berkualitas saat melakukan krimping kabel kabel UTP.
- Selalu jaga pasangan kawat tetap terpelintir dengan baik sedekat mungkin dengan ujung blok, jack atau konektor.
- Jangan gunakan kabel, blok, atau konektor dengan kualitas yang lebih rendah dari kualitas yang disyaratkan untuk sistem.
- Jangan menempatkan kabel UTP dekat kabel power, lampu neon atau sumber gangguan listrik.
- Selalu gunakan topologi “star” atau “end-run” dengan mendesain masing-masing titik akhir terhubung kembali ke titik pusat, blok, switch, router, atau lainnya.
- Jangan pernah membuat “daisy-chain” dengan menghubungkan kabel UTP lebih dari satu titik akhir dalam satu kabel.
- Jangan menarik kabel UTP dengan menggunakan kekerasan. Lepas dengan tepat konektor/jack sebelum melepas kabel dari switch, blok atau slot konektor.
- Jangan tarik kabel UTP dengan paksa sehingga mengendurkan atau bahkan lepas dari konektor.
Kategori jaringan
Setting Modem Speedy dari Berbagai Daerah
oleh salsabel pada Jan.21, 2009
Berikut ini data konfigurasi Modem untuk koneksi Speedy: Encapsulation, VPI, dan VCI, untuk berbagai macam Modem ADSL1. Untuk Modem ADSL buatan Alcatel-Lucent (France)
Encapsulation = PPPoA • VPI = 8 • VCI = 35
Encapsulation = PPPoE • VPI = 0 • VCI = 35 (lama)
Encapsulation = PPPoA • VPI = 1 • VCI = 33
1. Untuk DSLAM buatan ZTE (ZhongXing Telecommunication Equipment Co Ltd)(China)
Encapsulation = PPPoE • VPI = 8 • VCI = 81
Encapsulation = PPPoE • VPI = 0 • VCI = 35
Encapsulation = PPPoE • VPI = 0 • VCI = 35
Encapsulation = PPPoE LLc • VPI = 0 • VCI = 35
- VPI : Virtual Path Identifier merujuk pada sebuah bidang 8-bit (paket data user ke jaringan) atau 12-bit (paket antar jaringan) dalam header dari sebuah paket Mode Transfer Asynchronous (MTA). VPI, bersama-sama dengan VCI (Virtual Channel Identifier) digunakan untuk mengidentifikasi tujuan sel berikutnya saat melewati serangkaian switch MTA dalam perjalanannya. VPI berguna untuk mengurangi tabel switch dari beberapa Sirkuit Virtual yang memiliki jalur tertentu.
- VCI: Virtual channel identifier adalah sebuah identifikasi unik yang menunjukkan sirkuit virtual tertentu di dalam sebuah jaringan. VCI adalah bidang 16-bit dalam header sel Mode Transfer Asynchronous. VCI, bersama-sama dengan VPI (Virtual Path Identifier) digunakan untuk mengidentifikasi tujuan sel berikutnya saat melewati serangkaian switch MTA.
Kategori jaringan
Setting Speedy pada Modem ADSL TP-Link TD-8817
oleh salsabel pada Jan.11, 2010,
Sebelum berlanjut, saya ingin ingatkan pengetahuan dasar tentang modem terutama yang diterapkan pada mainan kita kali ini, TPLINK TD-8817. Pada dasarnya modem menjalankan tugasnya dalam (minimal) 3 mode konektivitas:
- Koneksi berbasis IP Address: maksudnya, pengguna terkoneksi dengan jaringan internet dengan diberi IP khusus oleh pihak ISP. Ada dua turunan dari mode ini:
- Dynamic IP Address (DHCP): di sini IP diatur oleh pihak ISP dan diperoleh secara otomatis oleh modem. Modem otomatis akan meminta dan pihak ISP akan merespon dengan memberi IP Address.
- Static IP Address: Pihak ISP mengalokasikan IP Address khusus untuk tiap pengguna. IP ini yang dimasukkan secara tetap(statis) di dalam modem dan melakukan koneksi dari IP tersebut.
- PPPoE/PPPoA: Singkatan dari Point-to-Point Protocol over Ethernet/Point-to-Point Protocol over ATM. Pada mode ini, modem melakukan proses Dial-Up dari suatu titik ke titik pusat (server ISP) melalui jaringan. Mode ini yang secara default digunakan standar operasi pemasangan modem ADSL Telkom Speedy. Nah, dalam tulisan ini saya akan fokus pada mode ini.
- Bridge: Modem berfungsi sebagai bridge, menjembatani koneksi yang dilakukan oleh PC ke server ISP. Mode ini diperlukan jika Anda memiliki router atau server yang Anda set untuk melakukan Dial-Up koneksi. Mode inilah yang dipakai jika Anda kita melakukan Setting Dial Up Speedy dengan Router Mikrotik yang pernah saya tulis sebelumnya.
Sebenarnya ada berbagai cara melakukan setting koneksi pada modem ADSL TP-Link yang kita bicarakan sekarang. Bagi Anda yang sudah mahir dan nyaman, Anda bisa langsung masukkan kode dan IP jaringan Anda. Cukup rumit memang, tapi tentu itu semua terbayar dengan kestabilan yang dapat Anda kontrol sendiri. Namun jangan khawatir, bagi Anda yang tidak mau ribet atau belum memiliki keterampilan tersebut, saya akan sampaikan cara mudah melakukan berbagai setting tersebut. Yakni dengan Wizard.
- Buka browser Anda, masukkan alamat IP modem Anda dalam Address bar browser. Default nya adalah 192.168.1.1, kemudian tekan Enter atau tombol Go.
- Ketika muncul jendela Authentification Required, masukkan username dan password;

Default dari vendor adalah:
User Name : admin
Password : adminatauUser Name : admin
Password : 1234 - Pada halaman utama pilih Quick Start > Run Wizard.

- Pada tampilan berikut, klik Next.

- Pilih Zona waktu menjadi (GMT+07:00) Bangkok, Jakarta, Hanoi. Kemudian klik Next.

- Pilih tipe koneksi PPPoE/PPPoA. Kemudian klik Next.

Keterangan: Jika Anda menggunakan Router atau Server seperti mikrotik untuk melakukan Diall-Up, di sini Anda perlu memilih Bridge Mode, kemudian klik Next hingga Finish. - Pada konfigurasi berikut, masukkan:
# Username : nomerspeedyanda@telkom.net
# Password : password
# VPI: 0
# VCI : 35
# Connection Type : PPPoE LLc.
# selanjutnya klik Next
Keterangan:
- Speedy menggunakan mode DHCP, sehingga jika Anda menggunakan setting PPPoE, Anda tidak perlu memasukkan IP statik. Modem akan meminta langsung IP yang kosong ke server Speedy.
- Untuk kolom VPI dan VCI, silakan lihat referensi Daftar VPI dan VCI untuk Modem Speedy dari Berbagai Daerah berikut, karena setting untuk tiap daerah berbeda. - Jika Anda sudah yakin, Klik Next. Jika belum, Anda bisa klik Back dan melakukan beberapa penyesuaian.

- Klik Close, dan Restart Modem Anda.

Selanjutnya, jika Anda bermaksud mensetting IP Addres Anda lewat:
semoga bermanfaat.
Kategori jaringan
Setting Wireless Router TP-Link dengan Speedy
in Techno
- Untuk bisa setting routernya, kita harus masuk ke web admin nya dengan mengetikan IP router di Web Browser, dan biasanya IP yang digunakan adalah: 192.168.1.1
- Ketika ditanya username & password, masukkan default username & password router (keterangannya ada di buku manualnya), biasanya, username: admin, password: admin
- Setelah masuk di web Administrasi router TP-Link, disarankan untuk mengganti IP router/TP-Linknya, karena modem ADSL nya sendiri biasanya di set dgn IP: 192.168.1.1
- Masuk ke menu: Network -> LAN ganti IP TP-Linknya, dalam hal ini, saya mengubah IP TP-Linknya menjadi: 192.168.2.1 dan Subnet Mask: 255.255.255.0
- Disarankan juga untuk mengganti password defaultnya dengan cara memilih menu:System Tools -> Password selain ada pilihan mengganti password, juga ada disarankan untuk mengubah username defaultnya.
- Restart TP-Link dengan memilih menu: System Tools -> Reboot
- Tunggu beberapa saat, dan untuk masuk ke halaman web admin router/TP-Link nya, gunakan IP yang baru: 192.168.2.1 dan masukan username & password yang baru
- Setelah masuk ke halaman administrator, pilih menu: Quick Setup dan ikuti langkah selanjutnya (klik tombol NEXT)
- Pada saat Choose WAN Connection Type, pilih Dynamic IP; klik tombol NEXT
- Pada halaman Wireless:
- Wireless Radio: Enable
- SSID: isi dengan nama ID yang akan di broadcast pada saat signal WiFi di pancarkan
- Region: Indonesia
- Channel: biarkan sesuai default yang ada (Dalam kasus saya, diganti dengan11 ** channel yang biasa digunakan secara umum **)
- Mode: 54Mbps (802.11g)
- Next
- Finish
- Selanjutnya, setting Gateway & DNS nya sesuai dengan setting SPEEDY, masuk ke menu:Network -> WAN
- Klik Renew pada bagian Gateway, dan isi dengan IP Modem: 192.168.1.1
- Pilih/checklist bagian Use These DNS Server
- Primary DNS: 203.130.196.5
- Secondary DNS: 202.134.0.155
- Save
- Selanjutnya, setting untuk security routernya, agar tidak bisa digunakan oleh siap saja dengan memilih menu Wireless -> Wireless Setting (berikut ini contoh setting yang saya gunakan, anda bisa memilih setting yang berbeda dengan contoh di bawah ini)
- Beberapa setting sudah dipilih sesuai dengan setting sebelumnya
- Pilih/Klik Enable Wireless Security
- Security Type: WEP
- Security Option: Automatic
- WEP Key Format: Hexadecimal
- Key1: 1234567890 (bisa diganti); Key Type: 64bit
- Save
- Sampai tahap ini, router sudah bisa digunakan, namun untuk lebih memastikan, ada beberapa hal yang bisa disetting terlebih dahulu sebelum router nya di REBOOT
- Setting range IP Client DHCP pada TP-Link nya dengan memilih menu: DHCP -> DHCP Setting, isi range IP sesuai dengan yang dikehendaki, misal: Start IP Address:192.168.2.100 & End IP Address: 192.168.2.199, klik SAVE
- Cek juga setting Time dengan memilih menu: System Tools -> Time sesuaikan dengan timezone dan waktu anda, klik SAVE
- Reboot router TP-Link dengan memilih menu: System Tools -> Reboot
- Router TP-Link anda siap digunakan. Cabut kabel LAN dari laptop/PC dan aktifkan WiFi nya, coba untuk search WiFi (SSID) router dan masukkan WEP yang telah di set pada saat melakukan koneksi ke router
Kategori jaringan


